Kamis, 20 Desember 2012

Refleksi Filsafat Lima

Tidak semua orang memiliki kesempatan untuk belajar filsafat. Ketika sesorang berfilsafat, maka ia dapat belajar merefleksikan dirinya. Filsafat memberikan kesempatan kepada manusia yang memelajarinya untuk mengembangkan dunianya sehingga mencapai keselamatan dunia akhirat. Banyak sumber yang dapat digunakan untuk berfilsafat. Salah satunya adalah elegy. Berfilsafat dapat dilakukan dengan membaca elegy sebanyak-banyaknya dan memaknai sedalam-dalamnya dan seluas-luasnya.
Filsafat berinteraksi antara makro dan mikro. Makro adalah keseluruhan atau universal. Mikro adalah unsur kecilnya. Setiap individu dalam berfilsafat selalu terikat ruang dan waktu. Dalam filsafat, dikenal istilah mitos. Mitos sangatlah penting karena anak kecil belajar melalui mitos dalam kehidupan sehari-hari. Mitos adalah hal-hal yang tidak dimengerti oleh anak kecil tetapi mereka melakukannya karena mereka tidak memikirkan akibat-akibatnya ketika melaksanakan hal-hal tersebut. Mitos sering kali muncul di dalam pembelajaran matematika yakni ketika siswa tidak memahami konsep materi matematika yang dipelajarinya namun hanya mengerjakan latihan-latihan soal yang diberikan oleh guru.
Mitos juga sangatlah penting untuk orang dewasa. Orang dewasa yang terikat ruang dan waktu dapat memikirkan sampai sejauh mana maknanya saat ia berdoa dan bersyukur kepada Tuhan. Saat seseorang hanya ikut-ikutan dan tidak mengerti makna berdoa, ia berdoa secara mitos. Sebaiknya, dalam berdoa dan bersyukur kepada Tuhan haruslah didasarkan pada pemahaman dan kesadaran yang mendalam terhadap makna berdoa yang dilakukannya.
Dalam kehidupan sehari-hari, mitos banyak dijumpai dalam cerita-cerita seperti cerita Nyai Roro Kidul penguasa Laut Selatan di Yogyakarta dan lain-lain. Mitos ini sangatlah kuat dalam benak masyarakat Yogyakarta. Umumnya, masyarakat sangat memercayai mitos sejak zaman dahulu hingga sekarang. Manusia yang memelajari filsafat haruslah berdoa saat berada dalam perbatasan antara mitos dan keimannya. Mitos sangat cepat menyebarkan berita buruk kepada manusia. Manusia yang sangat memercayai mitos tidak akan berani untuk mengucapkannya, memikirkannya dan bahkan melakukan tindakan yang berhubungan dengan mitos tersebut.
Hidup merentang antara dua kutub yakni antara yang ada dan yang mungkin ada dan antara yang konkret dan yang gaib. Mitos juga berhubungan dengan hal-hal gaib dan setan. Manusia ada yang percaya dan yang tidak percaya terkait hal-hal gaib. Dari pengalaman yang diceritakan oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A., manusia sebaiknya percaya bahwa hal-hal gaib memang ada. Manusia tidak dapat memecahkan hal-hal yang gaib walaupun memiliki ilmu yang tinggi. Manusia dituntut untuk selalu beriman kepada Tuhan dengan rajin berdoa dan bersyukur kepada Tuhan. Manusia tidak boleh putus asa saat keinginan yang didoakannya belum dikabulkan oleh Tuhan. Hal-hal yang telah terjadi adalah hal-hal dan takdir yang terbaik bagi manusia tersebut. Tiada sekecil yang ada pun yang tidak berharga untuk manusia. Seluruh hal yang ada dan dialami oleh manusia adalah karunia dari Tuhan bagi manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar